Mental Health Day, Hari Untuk Mendukung Penyintas Mental Illness

Happy Mental Health Day

Bertepatan bersama Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) terhadap 10 Oktober 2021, sejumlah pesohor mengunggah foto menangis. Beberapa melampirkan pesan soal pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental. Di antaranya, penyanyi Tiara Andini ikut mengunggah foto dirinya tengah menangis sembari melampirkan caption ‘Happy mental health day’. Unggahan selanjutnya memetik ribuan komentar berasal dari pengguna Instagram, di pada melayangkan perlindungan dan semangat.

Tak hanya Tiara, musisi Rich Brian ikut mengunggah foto serupa. Dalam foto dirinya menangis sembari tersenyum, ia melampirkan caption ‘Happy mental health day’. Selebgram Media Zein, yang diketahui mengidap bipolar, ikut mengunggah foto di hari peringatan kesehatan mental sedunia. Dalam caption-nya ia mengisahkan perjalanannya didiagnosa, menjalani pengobatan, hingga menghadapi komentar berasal dari http://www.santafeforward.com/ lingkungan sekitar.

“Tidak enteng kala harus menerima diagnosa dokter perihal kesehatan mental yang aku punya. Dan memang, tidak enteng terhitung mengakui dan sharing cerita perihal apa yang dialami. Ada yang bilang lebay, cari perhatian, dan lain-lain,” tulisnya didalam unggahan @medinazein, Minggu (10/10/2021).

“Awal-awal sesungguhnya aku tetap berpikir kalau dunia gak tersedia yang mengerti. Tapi perlahan aku cari tau sendiri, terasa datang ke professional, berobat rutin, dan menerima selanjutnya kemudian berani membagikan sedikit kisah hidupku kepada teman-teman. I’m all ears for you, we are in this together, plus you are loved!” pungkasnya.

Mental Health Day 2021 Banyak Dirayakan Dengan Alasan Pandemi Covid-19

Happy Mental Health Day

Dengan keadaan pandemi covid-19 kala ini sesungguhnya membawa dampak masyarakat didalam bervariasi kalangan usia merasakan depresi. Makanya tidak heran kalau kalian menemukan banyak sekali orang bermain perjudian di https://www.goodtune.io/ ataupun mengikuti trend Tiktok untuk pengaruhi model rambut dikarenakan terasa depresi berdiam diri dirumah terlampau lama. Juru berbicara UNICEF, James Elder menyebutkan beberapa besar keadaan ini tidak ditangani akibat stigma yang menempel terhadap problem kesehatan mental.

Selain itu, kurangnya investasi berasal dari pemerintah, dikarenakan hanya sekitar dua % berasal dari anggaran kesehatan pemerintah yang dialokasikan untuk pengeluaran kesehatan mental. Elder memberi tambahan bahwa kesehatan mental anak memburuk kala rutinitas harinya berbeda, seperti tidak berkunjung ke sekolah, tidak bersosialisasi bersama teman. Hal ini menjadi permasalahan yang besar terhadap mental anak di seluruh dunia. Beberapa pakar juga menilai dengan melakukan olahraga ringan maupun berat mampu meningkatkan hormon untuk melepas rasa stress seperti dengan cara bermain bowling dimulai dari teknik dasarnya.

“Jika Anda berasal berasal dari negara yang tidak mempunyai konektivitas dan tidak mempunyai laptop, dan keliru satu orangtua Anda hanya mempunyai penghsilan $200 (sekitar Rp 2,9 juta) perbulan, maka pasti saja perihal ini menjadi tekanan dan kekhawatiran yang menjadi sebuah risiko,” ucap Elder. UNICEF menegaskan, biaya untuk mengobati kesehatan mental terlampau besar. London School of Economics memperlihatkan hampir $390 miliar (sekitar Rp 27 juta) udah hilang tiap tiap tahun akibat problem kesehatan mental terhadap kalangan anak muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *